Rekayasa perangkat lunak (RPL, atau dalam Bahasa Inggris: Software Engineering atau SE) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan sebagainya.
Jurusan ini akan membawa peserta didik menguasai Stand Alone Programming sampai Multi User Programming serta Web Programming sampai tingkat Senior Web Programming
Dengan memanfaatkan kemampuan, pengalaman dan berbagai peluang yang ada, Lulusan Teknik Informatika dan Pemrogramman mampu untuk menjadi Programmer, Software Development dan Electronic Data Processing (EDP). Selain itu juga mampu mengelola dan atau berwirausaha di bidang Rekayasa Perangkat Lunak.
Sumber :smkti-baliglobal.sch.id
Proses: Pemodelan dalam Rekayasa Perangkat Lunak
Framework
Di dalam suatu industri (termasuk industri perangkat lunak/ PL) dikenal berbagai macam proses. Perbedaan proses yang digunakan akan menguraikan aktivitas-aktivitas proses dalam cara-cara yang berlainan. Tipe produk yang berbeda mungkin dihasilkan oleh sebuah perusahaan dengan menggunakan proses yang berbeda. Namun beberapa proses lebih cocok dari lainnya untuk beberapa tipe aplikasi. Jika proses yang salah digunakan akan mengurangi kualitas kegunaan produk yang dikembangkan.
Modifikasi PL biasanya lebih dari 60 % dari total biaya pembuatan PL. Presentasi ini terus bertambah karena lebih banyak PL dihasilkan dan dipelihara. Pembuatan PL untuk suata perubahan adalah penting. Proses PL komplek dan melibatkan banyak aktivitas.
Atribut & Karakteristik Proses (1)
Understandability: sejauh mana proses secara eksplisit ditentukan dan bagaimana kemudahan definisi proses itu dimengerti.
Visibility: apakah aktivitas-aktivitas proses mencapai titik akhir dlm hasil yg jelas sehingga kemajuan dari proses tsb dpt terlihat nyata/jelas
Supportability: sejauh mana aktivitas proses dpt didukung oleh CASE
Acceptability: apakah proses yg telah ditentu-kan oleh insinyur dpt diterima & digunakan dan mampu bertanggung jawab selama pembuatan produk PL
Atribut & Karakteristik Proses (2)
Reliability: apakah proses didesain sedemi-kian rupa sehingga kesalahan proses dpt dihindari sebelum terjadi kesalahan pd produk.
Robustness: dapatkah proses terus berjalan walaupun terjadi masalah yg tak diduga
Maintainability: dapatkah proses berkem-bang utk mengikuti kebutuhan atau perbaikan
Rapidity: bgm kecepatan proses pengirim-an sistem dpt secara lengkap memenuhi spesifikasi.
Model dalam RPL
Model Sekuensial Linear/ Model Waterfall
Model Prototyping
Model Incremental
Model Spiral Boehm
Model RAD (Rapid Application Development)
Model Sekuensial Linear/ Waterfall
Model sekuensial linier utk software engineering (SE), sering disebut juga dgn siklus kehidupan klasik atau model air terjun.
Model ini adalah model klasik yg bersifat sistematis, berurutan/ sekuensial dlm membangun software yg mulai pd tingkat dan kemajuan sistem pd seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan.
Ada 2 gambaran dari waterfall model. Keduanya menggunakan nama-nama fase yg berbeda, namun sama dlm intinya.
Aktivitas–aktivitas Model Sekuensial Linier (Pressman)
Aktivitas–aktivitas Model Sekuensial Linier (Pressman) (1)
Rekayasa dan Pemodelan Sistem/Informasi
PL merupakan bagian dari suatu sistem maka langkah pertama dimulai dgn membangun syarat semua elemen sistem dan mengalokasikan ke PL dgn memperhatikan hubungannya dgn manusia, perangkat keras & database.
Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses menganalisis & pengumpulan kebutuhan sistem yg sesuai dgn domain informasi tingkah laku, unjuk kerja, dan antar muka (interface) yg diperlukan. Kebutuhan-kebutuhan tsb didokumentasikan dan dilihat lagi dgn pelanggan.
Aktivitas–aktivitas Model Sekuensial Linier (Pressman) (2)
Desain
Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan PL yg dpt diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pd: struktur data, arsitektur PL, representasi interface, & detail (algoritma) prosedural.
Pengkodeaan (Coding)
Pengkodean merupakan proses menerjemahkan desain ke dlm suatu bahasa yg bisa dimengerti oleh komputer.
Aktivitas–aktivitas Model Sekuensial Linier (Pressman) (3)
Pengujian
Proses pengujian dilakukan pd logika internal utk memastikan semua pernyataan sdh diuji. Pengujian eksternal fungsional utk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input akan memberikan hasil yg aktual sesuai yg dibutuhkan
Pemeliharaan
PL yg sudah disampaikan kpd pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tsb bisa karena mengalami kesalahan krn PL hrs menyesuaikan dgn lingkungan (periperal atau sistem operasi) baru, atau krn pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional atau unjuk kerja.
Keunggulan Model Sekuensial Linier
Mudah aplikasikan
Memberikan template tentang metode analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan
Kelemahan Model Sekuensial Linier
Jarang sekali proyek riil mengikuti aliran sekuensial yg dianjurkan model karena model ini bisa melakukan iterasi tidak langsung . Hal ini berakibat ada perubahan yg diragukan pd saat proyek berjalan.
Pelanggan sulit utk menyatakan kebutuhan scr eksplisit sehingga sulit utk megakomodasi ketidakpastian pd saat awal proyek.
Pelanggan hrs bersikap sabar krn hrs menunggu sampai akhir proyrk dilalui. Sebuah kesalahan jika tdk diketahui dari awal akan menjadi masalah besar karena hrs mengulang dari awal.
Pengembang sering malakukan penundaan yg tdk perlu krn anggota tim proyek hrs menunggu tim lain utk melengkapi tugas krn memiliki ketergantungan, hal ini menyebabkan penggunaan waktu tdk efesien
Aktivitas–aktivitas Model Sekuensial Linier (Sommerville)
Aktivitas–aktivitas Model Sekuensial Linier (Sommerville) (1)
Requirements analysis and definition: Mengumpul-kan kebutuhan scr lengkap kemudian kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yg hrs dipenuhi oleh program yg akan dibangun. Fase ini hrs dikerjakan scr lengkap utk bs menghasilkan desain yg lengkap.
System and software design: Desain dikerjakan setelah kebutuhan selesai dikumpulkan scr lengkap.
Implementation and unit testing: desain program diterjemahkan ke dlm kode-kode dgn mengguna-kan bhs pemrograman yg sdh ditentukan. Program yg dibangun langsung diuji baik secara unit.
Aktivitas–aktivitas Model Sekuensial Linier (Sommerville) (2)
Integration and system testing: Penyatuan unit-unit program kemudian diuji scr keseluruhan (system testing).
Operation and maintenance: mengoperasikan program dilingkungannya dan melakukan pemeliharaan, spt penyesuaian atau perubahan krn adaptasi dengan situasi sebenarnya.
Permasalahan Waterfall
Kekurangan yg utama dari model ini adalah kesulitan dlm mengakomodasi perubahan setelah proses dijalani. Fase sebelumnya hrs lengkap dan selesai sebelum mengerjakan fase berikutnya.
Beberapa Masalah dgn waterfall:
Perubahan sulit dilakukan krn sifatnya yg kaku.
Karena sifat kakunya, model ini cocok ketika kebutuhan dikumpulkan secara lengkapsehingga perubahan bs ditekan sekecil mungkin. Tp pd kenyataannya jarang sekali konsumen/pengguna yg bs memberikan kebutuhan secara lengkap, perubahan kebutuhan adalah sesuatu yg wajar terjadi.
Waterfall pada umumnya digunakan utk rekayasa sistem yg besar dimana proyek dikerjakan di bbrp tempat berbeda, dan dibagi menjadi beberapa bagian sub-proyek.
Sumber : ningrate.wordpress.com



Posting Komentar